Mahasiswa IPB Ini Ciptakan Insektisida Organik Ampuh dan Murah, Seperti Apa?

  • 1 min read
  • Jun 19, 2020

 

Hama wereng dan penggerek batang merupakan momok bagi para petani, ulahnya yang kerap merusak tanaman membuat kerugian tak dapat dihindarkan akibat gagal panen.

Untuk mengusir hama pengganggu pertanian tersebut, Maulana Surya Gemilang, seorang mahasiswa S1 jurusan Agribisnis Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil membuat racikan insektisida organik dengan bahan-bahan yang mudah dijumpai.

“Pakai insektisida organik lebih baik karena tidak merusak lingkungan, cukup murah dan tetap menjaga ekosistem yang ada. Saya dapat ilmunya dari BBPP Ketindan Malang,” kata Alan,

Lanjut Alan, adapun bahan yang digunakan adalah 2 kilogram brotawali, 2 kilogram lengkuas, 15 butir kluwak muda, 20 liter air dan lima daun lidah buaya untuk perekat.

Cara pembuatannya, kelima bahan yang tersedia ditumbuk sampai halus kemudian simpan pada wadah tertutup selama 3 hari (Proses fermentasi).

Setelah didiamkan selama 3 hari, saring dengan menggunakan saringan atau kain yang mempunyai pori-pori tipis. Penggunaannya, campurkan 250 ml insektisida organik ke dalam satu tangki air (10 liter), kemudian semprotkan ke tanaman yang terkena hama.

“Racikan itu bisa manjur karena brotawali mengandung alkaloida, berberin, columbin dan pikoretine. Sedangkan kluwak memiliki hydricyanic acid yang menimbulkan rasa pahit. Untuk lengkuas mengandung minyak astiri, pinen, metil sinamat, eugenol, galangan, kaemferida, galangol dan kristal kungin. Lidah buayanya itu selain untuk perekat juga mengandung karbonhidrat yang baik untuk pertumbuhan tanaman,” jelas Alan.

Related Post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *